Header image alt text

All About Computer Science, Call Paper, Online Journal, Magazines.

Mamay Syani, S.ST., M.Kom

Welcome Researcher

Posted by Mamay Syani, M.Kom on May 18, 2016
Posted in Seminar 

IEEE

Saya bersama Prof. Dr. Teddy Mantoro di Seminar Nasional 2015

Materi Pelatihan Online Journal Kopertis 4 18 Mei 2016

Posted by Mamay Syani, M.Kom on May 23, 2016
Posted in MateriSeminar 

Download Rizky Abdullah – ARJUNA DAN INDEKSING

Download Arti Penting dan Tantangan Pengelolaan Jurnal di PT – BHB 180516

Download Arti Penting Jurnal Ilmiah_kopertis4

Download Catharina Badra – Kebijakan dan Peraturan Pengelolaan Jurnal

Download hchandraleka-memasang-google-analytics-di-open-journal-systems

Downloadhchandraleka-memasang-visitor-counter-di-ojs

Download Kebijakan dan Peraturan Pengelolaan Jurnal – CBN 180516

Download Materi e-jurnal Kopertis2

Download Materi e-jurnal

Download Pedoman Akreditasi E-Journal 2014

Download Pengalaman Merintis dan Mengelola Jurnal – DR 190516

Download Perdirjen-No-1-Tahun-2014-Akreditasi-Terbitan-Berkala-Ilmiah

Alhamdullilah, Masuk D3 Sertifikasi Dosen Gelombang 1 2016

Posted by Mamay Syani, M.Kom on May 23, 2016
Posted in Pengumuman 

XRDS: Crossroads, The ACM Magazine for Students – Digital Fabrication (2016)

Posted by Mamay Syani, M.Kom on May 18, 2016
Posted in Magazine 

XR223_digfab_cover_small

XRDS: Crossroads, The ACM Magazine for Students – Digital Fabrication (2016)

silahkan download disini

Smart City for Advancing Society

Posted by Mamay Syani, M.Kom on May 18, 2016
Posted in Call PaperSeminar 

?????

 

Konektivitas dan digitalisasi merupakan langkah pertama untuk membangun smart city dan komunitas yang saling terhubung. Dengan menciptakan ekosistem yang saling terhubung, terdapat kesempatan yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong inovasi, bahkan meningkatkan pemanfaatan energy.

 

Co-creation dalam konsep smart city akan menjadi salah satu strategi dalam penciptaan suatu kota cerdas, dimana dalam hal ini para pihak pengembang “smart city´ akan melibatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakeholder) sebagai pihak yang aktif berbagi untuk menciptakan suatu sistem kota cerdas.

 

Demi terciptanya perubahan dan peran serta masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam Smart City, maka Prakasa Smart City Indonesia Initiatives Forum bekerjasama dengan e-Indonesia Initiatives (e-II) Forum dan Kelompok Keilmuan Teknologi Informasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (KKTI STEI-ITB) serta PT. NAPINDO MEDIA ASHATAMA (NMA), akan mengadakan konfrensi dan pameran “Goesmart 2016 dengan tema Co-creation, People, Technology and Good Governance for Smart City”.

Seminar dan Lokakarya Keamanan Informasi & Audit IT/IS

Posted by Mamay Syani, M.Kom on May 18, 2016
Posted in Seminar 

Poster Semiloka A5

Seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika 2016 (selisik 2016)

Posted by Mamay Syani, M.Kom on May 10, 2016
Posted in Call PaperSeminar 

selisik

selisik2016

Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) bekerjasama dengan Aptikom  Provinsi Jawa Barat dan Universitas Pasundan, dengan ini mengundang  bapak/ibu sekalian, peneliti, akademisi dan praktisi, untuk  berpartisipasi dan menghadiri acara:

SEMINAR NASIONAL TELEKOMUNIKASI DAN INFORMATIKA 2016 SELISIK 2016

Dengan tema “Keamanan Informasi”, pada :

Hari/tanggal: Jumat-Sabtu/27-28 MEI 2016
Waktu: 08.00-Selesai
Tempat: Universitas Pasundan, JL.Dr. Setiabudi 193 Bandung
Acara:
1.Ceramah dan Diskusi tentang Teknologi Informasi dan
Telekomunikasi dengan pembicara:
a.Dian Siswarini, CEO XL Axiata
b.Budi Youyastri, Komisi I DPR Bidang Pertahanan Luar Negeri dan
Komunikasi
c.Agus Barnas, Deputi VII Menko Polhukam Bidang Koordinasi
Komunikasi, Informasi, dan Aparatur (Kominfotur)
2.Call For Paper dengan topik yang relevan pada bidang
telekomunikasi dan informatika
3.Workshop gratis dengan topik digital forensik, ethical hacking
dan ERP-Simulation (peserta terbatas, prioritas untuk pemakalah)

Seminar Ilmiah Nasional ini terbuka untuk Dosen/Peneliti, Mahasiswa
dan Umum. Sehubungan dengan itu, kami mengundang bapak/ibu untuk
berpartisipasi dengan mengirimkan dan mempresentasikan makalah ataupun
hadir pada acara ini. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada
lampiran atau dengan mengunjungi alamat situs:
http://iaii-conf.org/selisik2016, atau menghubungi Nilla
(085235758329) atau Falahah(08174833617).

Ketua Pelaksana
Selisik 2016

Lomba Cimahi I.T Challenge 2016

Posted by Mamay Syani, M.Kom on May 1, 2016
Posted in Pengumuman 

poster-citc-2016

Book Of Abstrack

Posted by Mamay Syani, M.Kom on February 24, 2016
Posted in Call PaperSeminar 

Memanfaatkan DOI dalam Review Karya Ilmiah dalam Penilaian Angka Kredit di Dikti

Posted by Mamay Syani, M.Kom on October 22, 2015
Posted in Call PaperMateri 

 

 

Pemberlakuan peraturan baru tentang kenaikan jabatan/pangkat dosen telah memicu rush pengusulan kenaikan jabatan/pangkat oleh dosen yang memang sudah memenuhi syarat. Hari-hari ini adalah hari-hari yang sangat melelahkan bagi para dosen, para reviewer karya ilmiah, para karyawan yang bertugas di bagian administrasi SDM, dan juga para karyawan di Dikti, khususnya di Ditendik. Dikti pasti disibukkan dengan penerimaan berkas usulan dan lampirannya yang masing-masing kalau ditumpuk tingginya bisa mencapai setengah meter atau lebih. Apalagi sekarang usulan untuk golongan III pun juga harus sampai ke Dikti. Kita bisa membayangkan berapa banyak ruang yang harus disediakan untuk menampung tumpukan berkas usulan, berapa banyak waktu yang harus disediakan untuk mencermati satu persatu, dan berapa banyak biaya untuk menjalankan semua proses yang harus dilaksanakan. Semua ini harus ditanggung Dikti.
Sungguh harga yang mahal yang harus dibayar untuk kebijakan-kebijakan yang bersifat sentralistis ini. Anyway, kali ini saya tidak akan membahas tentang sentralisasi ini. Saya ingin berkontribusi sedikit pemikiran untuk meringankan tugas tim reviewer karya ilmiah di Dikti yang harus memeriksa keabsahan sebuah karya publikasi, baik di jurnal ataupun prosiding seminar.

Proses verifikasi naskah bertujuan memeriksa apakah sebuah tulisan benar-benar dimuat di suatu jurnal atau prosiding seminar, juga untuk memeriksa eksistensi dan kualitas jurnal atau seminar tersebut. Tim reviewer melaksanakan verifikasi ini dengan cukup cermat dan detil, mungkin karena tidak ingin kecolongan oleh oknum-oknum yang berusaha memasukkan publikasi mereka dengan cara-cara yang tidak terpuji. Mungkin karena ingin cermat itulah maka persyaratan yang harus dipenuhi oleh dosen pengusul menjadi banyak sekali, cenderung berlebihan. Dosen harus mengumpulkan prosiding atau jurnal aslinya. Dosen harus menunjukkan bukti eksistensi jurnal atau seminarnya (berupa situs web atau cara lainnya). Ada yang bilang juga harus mengumpulkan sertifikat keikutsertaan seminar, bahkan catatan diskusi/tanya jawab saat presentasi makalah.

Sungguh luar biasa beban dosen yang sedang mengusulkan kenaikan pangkat/jabatan. Begitu banyak syarat yang harus dipenuhi, begitu berat dokumen yang harus dikirim atau dibawa ke kantor Dikti. Ini semua berasal dari cara pandang yang berdasar pada ketidakpercayaan. Dikti seolah mengatakan, “Kami menganggap dosen itu cenderung berbuat curang, sehingga kami perlu memperketat persyaratan untuk mencegah mereka berbuat curang.”

Well…pernyataan di atas memang bisa didebat, tapi saya tidak ingin berdebat soal itu. Saya ingin mengajukan satu usulan perubahan kecil yang bisa berimplikasi besar, terutama pada keharusan membawa segerobag dokumen sebagai bukti publikasi ilmiah. Usul ini terinspirasi oleh obrolan beberapa teman di sebuah jejaring sosial.

Usul saya: bisakah Dikti memanfaatkan Digital Object Identifier (DOI) sebagai sarana untuk melakukan verifikasi tulisan ilmiah yang diusulkan dosen?

DOI adalah sebuah cara untuk memberi identitas (digital) bagi sebuah obyek, yang dalam hal ini adalah tulisan ilmiah. Sebagai pengidentifikasi, sebuah DOI bersifat unik (tidak ada duanya) dan persisten (tidak berubah). Begitu dipakai untuk mengidentifikasi sebuah dokumen, maka ia akan melekat di dokumen itu, meski dokumennya diubah, berpindah lokasi, dsb.

DOI memiliki format yang sederhana, berbentuk string karakter yang terbagi menjadi dua bagian: prefix dan suffix. Keduanya dipisahkan oleh karakter “/”. Bagian prefix menunjukkan sebuah otoritas (lembaga) yang berwenang meng-assign DOI, dan bagian suffix menunjukkan identifier yang diberikan untuk suatu obyek dokumen tertentu.

Contoh sebuah DOI: 10.1109/ISPAN.1999.778960. DOI ini mengidentifikasi sebuah makalah dalam Prosiding I-SPAN 99 seperti terlihat pada gambar di bawah ini.


Sebuah DOI bisa dikaitkan dengan lokasi tempat dokumen yang ditunjuknya berada. Berbekal sebuah DOI, kita bisa mendapatkan dokumen tersebut tanpa harus mengetahui secara persis di URL mana dokumen tersebut disimpan. Sebagai contoh, DOI pada contoh di atas dapat dilekatkan ke URL yang memberikan layanan resolusi (penemuan lokasi) seperti http://dx.doi.org, sehingga akan berbentuk sbb:

http://dx.doi.org/10.1109/ISPAN.1999.778960

URL ini akan menunjuk ke lokasi yang sebenarnya tempat dokumen tersebut tersimpan, seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Dari halaman web yang ditunjuk oleh DOI di atas bisa dilihat beberapa informasi yang dapat digunakan untuk melacak eksistensi sebuah paper, juga tentang forum/media publikasinya.

DOI dikeluarkan oleh sebuah organisasi yang berminat mendaftarkan dokumen-dokumennya ke sistem database DOI. Organisasi, yang dalam terminologi DOI disebut Registrant, dapat mendaftarkan diri ke International DOI Foundation yang mengelola sistem DOI ini, dan begitu terdaftar, sebuah Registrant dapat mengeluarkan DOInya secara independen. Sampai April 2013, sudah lebih dari 85 juta DOI dikeluarkan oleh 9500 organisasi berupa penerbit, penyelenggara digital library, dan lain-lainnya.

Bagaimana Dikti dapat memanfaatkan DOI dalam proses verifikasi publikasi karya ilmiah?

Sederhana saja. Dikti dapat menggunakan DOI untuk melacak eksistensi sebuah dokumen (karya ilmiah). Dalam usulannya, dosen cukup menuliskan informasi tentang publikasinya, lengkap dengan DOI yang merujuk ke tulisan tersebut. Dosen tidak perlu menunjukkan prosiding/jurnal asli ke tim reviewer.  membuktikan keaslian tulisannya.

Tim reviewer kemudian dapat melacak tulisan yang ditunjuk oleh DOI tersebut melalui layanan resolusi seperti yang saya jelaskan di atas. Buka situs http://dx.doi.org, lalu masukkan DOI. Cukup seperti itu saja.

Tim reviewer mungkin bertanya: bisakah DOI dipercaya? DOI memang tidak ditujukan untuk menjamin apakah sebuah obyek itu bisa dipercaya atau tidak (misalnya, untuk memeriksa keutuhan integritas naskah), tetapi sebagai sebuah sistem, DOI telah distandarkan sebagai ISO 26324. Semua Registrant yang menggunakan DOI harus mematuhi standar ISO ini. Intinya, sistem dan mekanisme DOI dijalankan dalam sebuah lingkungan yang terkendali. Jadi meskipun isi sebuah dokumen bisa saja diragukan, tetapi sistem temu lacaknya dapat dipercaya karena sudah terstandarisasi.

Gambar di bawah ini menunjukkan prosiding (hardcopy) tebalnya sekitar 3 cm.

 

Bandingkan dengan gambar berikut ini, usulan versi DOI yang cukup memerlukan seperlima halaman kertas A4. Cukup informasi inilah yang dikirimkan oleh dosen ke Dikti.

 

Tentu saja belum semua publikasi ilmiah memiliki DOI. Untuk naskah publikasi yang berlum ber-DOI, cara manual masih diperlukan, meskipun juga saya tidak sepenuhnya setuju jika dosen harus menunjukkan bukti fisik aslinya. Cukuplah copy makalahnya saja, ditambah beberapa informasi tentang jurnal/prosidingnya (cover, daftar isi, tim editor, waktu pelaksanaan, dan informasi lain yang diperlukan). Kalau argumennya adalah dengan menunjukkan versi hardcopy asli maka proses verifikasi untuk membuktian eksistensi tulisan akan lebih mudah, maka pertanyaannya adalah: benarkah demikian? Dengan teknologi percetakan saat ini, sama sekali tidak sulit untuk mencetak jurnal/prosiding (palsu) yang sama persis dengan aslinya. Lagipula, jika bukti fisik diserahkan ke Dikti, tidak ada jaminan prosiding dan jurnal asli tersebut dapat kita ambil kembali. Padahal bagi dosen, prosiding atau jurnal adalah sebuah dokumen berharga yang menunjukkan jejak-jejak karya intelektualnya.

Kita perlu mencari cara yang lebih cerdas dan memudahkan semua pihak. Teknologi sudah tersedia, tinggal menggunakannya.

doi_2 doi_1

 

source : http://lukito.staff.ugm.ac.id/

SOFTWARE YANG WAJIB DIMILIKI DOSEN

Posted by Mamay Syani, M.Kom on October 19, 2015
Posted in Materi 

Sepertinya kita tidak bisa hidup tanpa teknologi, ya di satu sisi, teknologi sangat menunjang pekerjaan kita tetapi disisi lain ada efek negatif yang harus kita waspadai. Terkait teknologi, berikut ini ada pusaka atau software yang wajib dimiliki oleh seorang dosen dalam menunjang produktivitasnya.
1. Software bibliografi
Banyak sekali software bibliografi bertebaran, yang berbayar saya sarankan endnote, yang gratisan saya sarankan pakai mendeley. Kalau ingin dapat endnote gratisan email saya ya, asal Anda dosen dan digunakan untuk kemashalahatan umat pasti saya kasih tahu caranya, hehehehe
2. Cek Plagiat
Nah untuk yang satu ini saya sarakan anda para dosen menggunakan viper. Klik aja linknya, gratis tis tis. Kalau yang berbayar saya sarankan pakai turnitin. Gimana caranya kalau Anda pingin akses berbayar tanpa mau membayar, hmm… yang satu ini agak sulit saudara, tapi Anda bisa menghubungi saya :)
3. Benerin Bahasa Inggris kita
Bagi para dosen yang menulis dalam bahasa inggris dan mengingat bahasa utama kita bukan inggris, Anda bisa mengeceknya dengan menggunakan ginger . Gratisan tapi ada keterbatasannya. Kalau mau yang agak bagus dan bayar saya recommend grammarly. Maaf saudara yang ini tidak bisa diakali, harus mbayar.
Sekian dulu ya, stay tune di site ini untuk share berikutnya.

SOFTWARE ANTI PLAGIAT, GRATISAN VERSUS BERBAYAR, VIPER VS GRAMMARLY

Posted by Mamay Syani, M.Kom on October 19, 2015
Posted in Materi 

Kecanggihan teknologi sudah merambah dunia pendidikan, begitu canggihnya teknik copy paste yang sering kita lakukan di program pengolah kata juga merambah artikel ilmiah. Di lingkungan akademik, plagiasi merupakan pelanggaran yang berat dan tentunya dengan hukuman yang berat pula. Berbagai upaya dilakukan untuk menghindari plagiarisme ini, parafrase, menyebutkan sumber atau menuliskan sitasi dll. Saat ini sudah tersedia berbagai software antiplagiat, diantaranya adalah viper yang beralamat di http://www.scanmyessay.com/ (versi gratis) dan grammarly yang merupakan versi berbayar. Tujuan dari kedua software ini sama, mencarai ribuan database dan mencocokkan kalimat, kata yang digunakan dalam naskah kita. Secara umum penulis menyarankan untuk menggunakan viper yang gratisan, meski terkadang database nya putus nyambung, tapi overall viper masih bisa diandalkan untuk menghindari plagiarisme. Yang ingin download software anti plagiat bisa disini http://www.scanmyessay.com/viperdownload_aca.html

Software Anti Plagiat

Posted by Mamay Syani, M.Kom on October 19, 2015
Posted in Other 

Ada 2 software anti plagiat yang pernah saya gunakan,viper yang gratisan dan grammarly yang berbayar. Saya coba membahas dulu tentang Viper,viper memang memberikan beberapa kemudahan bagi kita, selain FREE, viper juga cukup bagus dalam menjangkau database yang sudah online dalam berbagai bahasa. Yang perlu dicermati dalam menggunakan viper adalah hasil checking ditunjukkan dalam persen. Seperti dibawah ini:

Overall plagiarism rating 6% or less :
The results are that it is highly unlikely that this document contains plagiarised material. A careful check will only be necessary if this is a lengthy document. For example, a 6% result within a 15,000 word essay would be of concern because it could mean that direct quotes are too lengthy or there are too many places where a reference was not listed.

Overall plagiarism rating 6% – 12% :
The results are that there is a low risk that the document contains any plagiarised material. Most of the matching content will probably be fragments. Review your report for any sections that may not have been referenced properly.

Untuk rating 6% seperti dijelaskan Viper,kita juga harus tetap waspada, karena jika dibandingkan dengan software sejenisnya yaitu grammarly, rate kurang dari 6% tetap dianggap sebagai plagiarism. Saya sendiri menggunakan grammarly dengan versi trial (7 hari) dan hasilnya tetap dianggap plagiat. Kalau menurut saya kelebihan Viper selain free, database yg digunakan multilanguage juga interface yang user friendly. Sedangkan kelemahannya adalah proses checkingnya lebih lama jika dibanding dg grammarly, terkadang juga perlu waktu lama utk connecting ke databasenya. Tapi untuk ukuran gratisan sangat worth it untuk kita pakai. Sedangkan grammarly kelebihannya cepat, database juga lebih komplit dan dashboard sangat simple. Selain itu sesuai dengan namanya dia bisa checking bahasa inggris kita, siap-siap saja kalimat kita dikritisi oleh dia. Oh ya selain itu software ini bisa terintegrasi dengan office word kita, jadi sangat memudahkan. Kelemahannya menurut saya BERBAYAR (hehehe). Bagaimana dengan ithenticate? Saya sendiri belum pernah melihat penampakannya, mohon rekan2 yang sudah pernah menggunakannya berbagi disini

Sumber :

http://www.scanmyessay.com

http://indonesiannursing.com/software-anti-plagiat/

E-INDONESIA INITIATIVES 2015

Posted by Mamay Syani, M.Kom on September 29, 2015
Posted in Call PaperPengumumanSeminar 

?????

eii

Semnaskit Politeknik Negeri Jember

Posted by Mamay Syani, M.Kom on August 7, 2015
Posted in Call Paper 

POSTER

SEMANTIK 2015 (Seminar Nasional dan Call For Paper)

Posted by Mamay Syani, M.Kom on July 31, 2015
Posted in Call PaperPengumumanSeminar 

url

Kami memberitahukan bahwa Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Dian Nuswantoro Semarang akan menyelenggarkan SEMANTIK 2015 (Seminar Nasional dan Call For Paper) yang ke 5 dengan tema “Pengembangan dan Implementasi Teknologi Informasi untuk Kemandirian Bangsa” yang akan di selenggarakan pada:
Hari /Tanggal : Sabtu,2l November 2015
Waktu Pelaksanaan : 07.30 – 17.00 WIB
Tempat Seminar : Aula Gedung E lantai 3 Udinus Semarang

Adapun informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat di lihat pada laman web kami dengan alamat : http://events.dinus.ac.id/semantik/

Demikian pemberitahuan dari kami, atas bantuan dan dukungannya dalam pelaksanaan kegiatan
ini diucapkan terimakasih.

The Race For 5G: Jump to the Future

Posted by Mamay Syani, M.Kom on April 28, 2015
Posted in Call PaperSeminar 

tel_u

Live Chat

Join the Live Chat